“Setelah aku renungi, ngawur dalam berkendara bukanlah kehendaknya, melainkan kebiasaan yang sulit ia ubah.”
— Firmansyah
Hampir keserempet di jalan bukanlah kejadian yang langka. Saya berani menyimpulkan—meski tanpa data yang pasti—bahwa hampir setiap pengendara motor setidaknya pernah mengalami situasi seperti ini. Penyebabnya pun beragam: ada yang tiba-tiba menyalip dari kiri, ada pula yang berbelok tanpa menyalakan lampu sein. Yang terakhir ini bahkan terasa seperti pemandangan sehari-hari.
Pertanyaannya, mengapa hal itu terus terjadi? Mengapa selalu ada saja pengendara yang menyalip dari kiri atau berbelok tanpa memberi isyarat? Jawaban sederhananya mungkin karena tergesa-gesa atau, meminjam istilah orang Jawa, tidak sabaran.
Pagi tadi (7 Agustus 2026), saya mengalaminya lagi. Seorang pengendara tiba-tiba menyalip dari kiri sehingga saya terpaksa mengerem mendadak. Hampir saja kami bersenggolan. Namun, upaya menghindari tabrakan itu justru membuat bagian belakang motor saya ditabrak oleh pengendara lain.
Belum selesai sampai di situ, puluhan suara klakson langsung bersahut-sahutan. Suaranya membuat saya ciut dan memilih segera meninggalkan lokasi. Di jalan raya, sering kali tidak ada ruang untuk menyelesaikan persoalan dengan tenang; yang bisa dilakukan hanyalah menghindarinya.
Ya, menghindar bukan berarti lari dari kesalahan yang sudah terjadi, melainkan berusaha mencegah kesalahan yang tidak perlu terjadi. Andai saja saat itu saya tidak mengerem mendadak dan justru membiarkan motor saya menyerempet pengendara yang menyalip dari kiri, mungkin ia akan mendapat pelajaran. Namun, pelajaran seperti itu tentu harus dibayar dengan risiko yang tidak kecil, baik bagi dirinya maupun bagi saya.
Kini semuanya telah berlalu. Saya hanya berharap kita semua dijauhkan dari kebiasaan berkendara yang membahayakan orang lain.
Kalau suatu hari hal yang sama terjadi kepada Anda, apa yang akan Anda lakukan? Tetap melaju hingga menyerempet pengendara yang menyalip dari kiri, atau mengerem mendadak dengan risiko motor Anda ditabrak dari belakang dan diiringi rentetan klakson?
Hehe.