Kalau ditanya bagaimana melihat Rocky Gerung belakangan ini, menurut saya yang menarik justru bukan sekadar soal Rocky sekarang menjadi Wantimpres. Yang menarik adalah perubahan posisinya. Selama ini kita mengenal Rocky sebagai orang yang berdiri di luar kekuasaan, banyak mengkritik pemerintah, dan sering bicara soal akal sehat. Sekarang dia justru masuk ke dalam lingkar kekuasaan. Rocky sendiri mengatakan bahwa dirinya hanya “pindah dari luar ke dalam”. Kalimat ini sebenarnya cukup menarik. Tapi justru dari situ muncul pertanyaan. Kalau seseorang yang selama ini mengkritik kekuasaan kemudian masuk ke dalamnya, apakah dia benar-benar hanya pindah tempat, atau tanpa sadar mulai ikut masuk ke dalam cara kerja kekuasaan itu sendiri?
Kalau kita baca dengan kacamata Michel Foucault, kekuasaan sebenarnya tidak selalu bekerja dengan cara memaksa atau menyuruh orang untuk tunduk. Kekuasaan juga bekerja melalui posisi, pengetahuan, akses, dan siapa yang punya ruang untuk berbicara. Dulu Rocky punya posisi sebagai orang di luar. Dia bebas mengomentari, mengkritik, bahkan menyerang kebijakan dari jarak tertentu. Sekarang posisinya berbeda. Dia punya akses langsung kepada pusat kekuasaan dan bisa menyampaikan pikirannya dari dalam. Di satu sisi, ini bisa menjadi kesempatan untuk memengaruhi keputusan. Tetapi di sisi lain, ketika kita sudah berada di dalam sebuah struktur kekuasaan, cara kita berbicara dan bahkan cara kita melihat persoalan bisa ikut dipengaruhi oleh posisi tersebut. Jadi persoalannya bukan sekadar apakah Rocky masih kritis atau tidak. Yang lebih menarik adalah bagaimana perubahan posisi itu mengubah hubungan Rocky dengan kekuasaan dan bagaimana kekuasaan, pada saat yang sama, memberikan ruang baru bagi suara Rocky.
Karena itu, saya kira kita tidak perlu buru-buru mengatakan Rocky sudah berubah atau justru tetap sama. Biarkan waktu yang menunjukkan. Sebab ukuran sebenarnya bukan pada apa yang dia katakan setelah masuk Istana, tetapi pada apa yang dia lakukan ketika berhadapan dengan keputusan yang memang perlu dikritik. Dulu dia bisa dengan mudah mengatakan “ini tidak masuk akal” karena dia berada di luar. Sekarang pertanyaannya menjadi lebih berat. Ketika sudah berada di dalam kekuasaan, apakah dia masih punya keberanian untuk mengatakan bahwa sesuatu itu tidak masuk akal? Mungkin di situlah makna “akal sehat” Rocky benar-benar akan diuji.